Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 20 November 2015 10:15 WIB

Ari Soemarno Vs Effendi Simbolon

Bangsa ini pantas memberi penghargaan kepada Politisi dari PDI Perjuangan, Effendi Simbolon, yang secara terbuka pada salah satu televisi nasional secara tegas telah menyebut nama Moch Riza Chalid (MRC) sebagai orang yang diberitakan "jalan bareng" dengan Ketua DPR Setya Novanto dalam berbicara dengan Presiden Freeport Indonesia, Maroef Syamsudin, terkait kelangsungan keberadaan Freeport di Indonesia.
 
Persoalan adanya mafia migas dalam jual beli minyak di Petral, sudah menjadi sorotan banyak pihak sejak lama. Petinggi petinggi  negeri ini dan juga para anggota DPRRI bahkan juga media massa, nyaris sudah tahu siapa mafia migas yang ada dibalik jual beli minyak yang ditangani Petral dan atau PES (Pertamina Energy services). Hanya sayangnya, mafia migas yang dimaksud, selama ini nyaris tidak ada yang berani menyebut secara jelas namanya.
 
Ketika saat ini, politisi PDIP Effendi Simbolon, yang duduk di Komisi VII DPR RI (komisi Migas) menyatakan kepada media bahwa dalam kaitan dengan Freeport ada peran Ari Soemarno untuk "menembak" Moch Riza Chalid, tentunya hal ini jadi pertanyaan public. Siapa Moch Riza Chalid itu? 
 
Apakah MRC itu adalah sosok yang  berperan dalam jual beli minyak di Petral selama ini yang sedang dipermasalahkan dan disorot di negeri ini? 
 
Apakah MRC ini ada keterkaitan dengan mafia migas yang dipergunjingkan rakyat negeri ini?
 
"Arie dan Riza yang pernah sama-sama di Petral pecah kongsi sehingga muncullah dua kelompok kepentingan tersebut," jelas Effendi kepada salah satu media online di Jakarta. 
 
Arie Soemarno, menurut Effendi, telah berkecimpung di Petral pada 2004. 
 
"Ini yang bermasalah bukan Sudirman Said, tapi Arie Soemarno. Dan ada lagi godfather-nya yang level lebih tinggi. Yang nanti Anda tahu, ini perang frontal karena misi mereka memuluskan proses perpanjangan kontrak karya dan lainnya terganjal karena tidak ada negosiasi sebelum 2019," tutur effendi ke media di Jakarta. 
 
Hatta Rajasa
 
Ungkapan Effendi Simbolon kepada media yang juga mengatakan ada kedekatan antara MRC dengan Mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa, pada dasarnya bisa pula ditafsirkan tersendiri bagi publik yang pada hakekatnya penafsiran tersebut akan cenderung mengarah ke hal yang negatif.  
 
Artinya, apa yang disampaikan secara terbuka oleh politisi PDIP ini bisa memancing reaksi dan menjadi polemik  yang mampu mengguncangkan situasi politik dalam negeri. Dan tentunya ini akan sangat tidak menguntungkan bagi Hatta Rajasa itu sendiri.
 
Disisi lain, jika Effendi Simbolon menyatakan bahwa sasaran tembak Ari Soemarno sebenarnya  adalah terhadap MRC, tentunya publik juga bisa berpendapat lain: ada apa SN yang adalah Ketua DPRRI, kok jalan bareng dengan MRC? Apalagi itu terkait urusan yang sangat besar, terkait dengan perusahaan kelas dunia, Freeport.
 
Mencuatnya kasus SN, MRC dan Freeport ini pada akhirnya menjadi daya tarik yang luar biasa besarnya bagi publik, apalagi ketika oleh politisi senior Effendi Simbolon disampaikan  adanya  latar belakang pecah kongsi antara Ari Soemarno, mantan direktur Petral dengan Moch Riza Chalid.
 
Dalam hal ini, tentunya, pernyataan Simbolon yang sangat berterus terang kepada publik, juga akan semakin menimbulkan opini bagi masyarakat ketika keberadaan MRC juga dikaitkan dengan mantan Cawapres dan Menko Perekonomian, Hatta Rajasa.
 
Publik tentu menunggu perkembangan "kasus" ini lebih lanjut  dan sementara yang akan menjadi sorot publik tentunya adalah Presiden dan partai pendukung Pemerintah yang akan dinilai publik, dalam pemerintahan saat ini mengapa selalu terjadi hingar-bingar semacam ini yang bahkan melibatkan petinggi pemerintahan yang berkuasa pula.
(M Abdul Pahlevi, pemerhati sosial ekonomi)

(***)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

free web stats