Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 01 Desember 2016 11:02 WIB

TAJUK: Aksi Demo Super Damai

Aksi Bela Islam Jilid III, 2 Desember  (212),  akhirnya di kawasan Monumen Nasional (Monas). Pemindahan lokasi demo disepanjang jalan Thamrin dan Sudirman Jakarta ke Monas agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.

Kita menyambut baik aksi dilakukan dikawasan Monas, setidaknya tidak mengganggu ketertiban dan bahkan sangat rawan disusupi kelompok lain yang memanfaatkan situasi. Publik menginginkan aksi ini berlangsung super damai. Para tokoh penggagas aksi juga sudah menyatakan aksi berlangsung super damai.

Aksi diperkirakan akan diikuti tiga juta umat dari berbagai daerah. Saat ini sebagian besar sudah tiba di Jakarta. Peserta aksi ada yang berjalan kaki ke Jakarta seperti yang dilakukan ribuan umat Islamdari Ciamis. Aksi jalan kaki juga dilakukan warga Bogor dan Depok.

Peserta aksi juga ada yang lewat darat (ribuan bus dan kendaraan pribadi), ada juga yang carter pesawat. Semua biaya perjalanan, akomodasi dan penginapan, ditanggung sendiri oleh peserta aksi. Artinya, aksi Bela Islam jilid III ini murni dari warga tanpa ada yang sponsori.

Dalam aksi ini jutaan umat akan melantunkan zikir keselamatan, tausiah ulama dan diakhiri dengan shalat Jumat berjamaah. Polri bahkan ikut mempersiapkan segala sesuatunya termasuk menentukan arah kiblat.

Meski demikian, bagian terpenting dari aksiini adalah menuntut agar kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bisa diproses secara hukum dan seadil-adilnya.  Umat juga mendesak mantan Bupati Belitung Timur itu segera ditahan. Kemudian segera disidangkan. Dengan demikian aksi damai tanggal 2 Desember untuk mengawal agar proses hukum berjalan.

Saat ini pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan berkas perkara Ahok sudah lengkap. Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM Pidum) Noor Rachmad di Jakarta, Rabu, menyatakan menurut hasil penelitian jaksa peneliti berkas perkara itu sudah memenuhi syarat formil dan materil untuk dibawa ke pengadilan.

Selanjutnya kejaksaan meminta penyidik Polri melimpahkan berkas perkara dan tersangkanya ke kejaksaan. Ia menambahkan bahwa jaksa menangani perkara itu menggunakan Pasal 156 dan 156a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Polisi menetapkan Ahok sebagai tersangka kasus penistaan agama karena dia menyebut adanya pihak yang menggunakan Alquran Surat Al Maidah Ayat 51 untuk tujuan tertentu saat berbicara di hadapan warga Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.

Harapan kita aksi unjuk rasa berlangsung damai. Peserta aksi harus membuktikan bahwa umat Islam Indonesia itu demokratis, damai, dan sejuk.

Selamat datang bagi peserta aksi yang sudah tiba di Jakarta. Kita menghimbau lakukanlah aksi dengan damai, tertib dan dan aman. Jangan materprovokasi oleh orang-orang maupun oknum yang tidak bertanggung jawab, yang ingin agar kekacauaan melanda  negeri ini.

Selain itu,  jangan sampai Umat Islam terpancing ulah para provokator yang sengaja ingin membuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini kacau balau. Tuntutlah penista agamamu dengan damai.

(***)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

free web stats