Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 01 April 2017 10:59 WIB

Tajuk: Mendongkrak Ekonomi Umat

KEMISKINAN masih menjadi persoalan utama umat Islam. Tak hanya di Indonesia, masalah serupa juga dihadapi umat Islam di seluruh dunia. Sejumlah pakar ekonomi Islam menyebutkan, penyebab utama kemiskinan di kalangan umat Islam, adalah rendahnya pemahaman terhadap ajaran Islam yang menekankan kerja keras dan semangat perubahan.  

Pemahaman terhadap ajaran Islam baru sebatas ritual. Soal bagaimana memperbaiki kualitas, keadilan, dan profesionalisme belum tersentuh. Padahal, Islam banyak sekali mengajarkan soal ini. Itulah sebabnya, umat Islam harus diberdayakan dan diberikan pendidikan keagamaan yang mengembangkan keilmuan secara menyeluruh, tidak hanya mencakup agama, tetapi juga penguatan sains, teknologi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Untuk mengentaskan kemiskinan dikalangan umat Islam etos kerja dan daya kreativitas harus ditingkatkan. Selain itu, negara harus menerapkan kebijakan yang berpihak kepada fakir miskin. Misalnya, mendorong ekonomi kerakyatan dengan mempermudah akses masyarakat memperoleh bantuan perkreditan.

Tentu saja, peran ormas-ormas Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama  perlu digalakkan untuk memberikan penyuluhan dan penyadaran kepada masyarakat tentang pentingnya etos kerja. Tentang pentingnya semangat untuk meninggalkan kemiskinan.

Masa depan umat Islam yang gemilang akan menjadi kenyataan, bila ditopang dengan kekuatan ekonomi yang kuat dan besar, sehingga menjadi solusi bagi perekonomian dunia.  

Meski persoalan yang dihadapi umat Islam adalah kesejahteraan hidup, namun jika umat Islam menguasai bidang ekonomi,  umat Islam menjadi umat yang kaya, namun dermawan dan menjadi pemimpin dunia.

Itulah sebabnya kita mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya rencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) melaksanakan Kongres Ekonomi Umat di Hotel Sahid Jakarta mulai tanggal 22-24 April mendatang. Kongres yang bertemakan 'Arus Baru Ekonomi Indonesia' tersebut akan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo, sedangkan di akhir acara akan ditutup oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Kongres akan diikuti sekitar 500 peserta dari perguruan tinggi, instansi pemerintahan dan beberapa pondok pesantren serta pelaku bisnis dan ormas Islam.

Kongres ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan ekonomi umat Islam di Indonesia.   Menurut Ketua MUI KH Ma'ruf Amin, gerakan ekonomi dimulai dari Pondok Pesantren, koperasi syariah, perguruan tinggi, asosiasi, perbankan syariah, dan pelaku ekonomi lainnya. Dengan demikian, pembangunan ekonomi umat Islam dapat dipercepat.

Kita sepakat dengan MUI perlu adanya satu upaya untuk percepat ekonomi umat. Momentumnya ini juga tepat karena presiden sebelumnya juga membuat komite nasional keuangan syariah yang mana presiden yang menjadi ketuanya.

Terkait kongres itu,  Presiden Joko Widodo dan Ketua Majelis Ulama Indonesia Maruf Amin serta para pengurus MUI, Jumat (31/3/2017),  telah bertemu selama satu jam di Istana guna membahas Kongres Ekonomi Umat dalam rangka menghilangkan kesenjangan perekonomian dan memperbaiki kesejahteraan.

Umat berharap, kongres ini tentu saja diharapkan mampu  menggerakkan ekonomi umat dalam rangka menyatukan potensi ekonomi, baik yang bawah, kemudian yang menengah, dan yang besar. Untuk kepentingan ini, tentu semua pihak harus saling menyatukan ide dalam potensi bisnis dengan calon pelaku dan juga pelaku bisnis yang sudah mapan.

Seluruh umat Islam, terutama kaum yang telah mapan harus memberikan masukan cemerlang dan turut terlibat dalam mendongkrak ekonomi dan kesejahteraan umat.

Mulai saat ini kita harus melakukan aksi ekonomi untuk mengentaskan kemiskinan yang didera umat Islam di negeri ini. Maka secara otomatis masalah kesenjangan ekonomi di negeri ini mulai terselesaikan.

Harapan kita kongres ini berjalan lancar, sukses, dan memberikan rekomendasi-rekomendasi konkret untuk mendongkrak kesejahteraan umat. Hasil kongres harus dapat diimplemetasikan secara berkesinambungan dengan memperluas jejaring antar kelompok pengusaha mulai kecil hingga yang besar dan ormas-ormas Islam.

Itulah sebabnya, rekomendasi kongres harus dikawal, sehingga tidak hanya diatas kertas. Kita meyakini, jika kita bersatupadu, saling bekerjasama dan meningkatkan etos kerja, masa depan umat Islam yang gemilang akan menjadi kenyataan.


 

(****)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

free web stats