Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 11 April 2017 17:44 WIB

"SuraKarta Airport City" di KartaSura

ADA yang unik dari nama kota Surakarta dan Kartasura, yaitu dua suku kata yang dibolak balik letaknya, semula adalah dua tempat yang berbeda. Hal ini mengingatkan dua kota di Jepang yaitu Tokyo dan Kyoto. Kini Kartasura dan Surakarta sudah berhimpit dan sampai Delanggu dan Klaten serta Prambanan.
 
Apalagi dengan telah dioperasikannya Bandara Adi Soemarmo sebagai Hub sejak September 2016, maka rate pertumbuhan jumlah penumpang Bandara Adi Soemarmo  meningkat tajam sampai mencapai angka fantastis 48%.  Selain itu Kereta Bandara (Airport Train Shuttle) segera memperlancar mobilitas penumpang menuju Bandara Adi Soemarmo, kegiatan ini ditengarai dengan acara “Ground Breaking” oleh Presiden RI Joko Widodo Sabtu pagi kemarin (8/4/2017) di Bandara Adi Soemarmo.
 
Kondisi itu menjadikan hotel di kawasan bandara terus bertambah. Sedikitnya ada 25 hotel bermunculan dikawasan ini yang segera berkembang menjadi kawasan bisnis. Multiplier efek ini tentunya akan merembet sepanjang jalan yang dilalui oleh Airport Train Shuttle, Juga menjadikan beberapa pusat keramaian baru, sehingga Solo–Kartasura-Klaten-Prambanan- Jogya akan menjadi kesatuan Big City. 
 
Nawacita
 
Sebentar lagi pertumbuhan itu akan lebih dipacu dengan beroperasinya Jalan Toll Trans Jawa ruas Solo-Kertosono dan ruas Solo-Boyolali-Salatiga-Bawen yang Sabtu kemarin juga ditinjau oleh Presiden Joko Widodo. Dua momentum ground breaking Presiden kemarin kelihatannya du hal yang terpisa, namun sebetulnya merupakan hal yang sangat saling berkaitan. 
 
Keduanya merupakan pengejawantahan Nawacita Butir 7, yaitu “mewujudkan kemandirian Ekonomi dengan menggerakkan sektor2 strategis ekonomi domestik”.
 
Dengan adanya kemudahan aksessibilitas baik itu lewat jalan tol maupun kereta api keduanya adalah untuk meningkatkan ketangguhan daya saing Indonesia menghadapi persaingan global yang semakin sengit, seperti disampaikan presiden. 
 
Aksessibilitas menjadikan peningkatan  aktifitas dengan seluruh pusat keramaian se-Soloraya. Jika itu terealisasi, akan terwujud kawasan bandara dan sekitarnya sebagai kota satelit yang kegiatannya akan merembet ke stasiun-stasiun kereta dimana TOD terbangun.
 
Airport City
 
Akses dari dan menuju Bandara, sesuai planning disepanjang jalan tol trans Jawa telah ditetapkan dua Bandara yang berada persis disisi sebelah ruas jalan tol yang membentang disepanjang Pulau Jawa, yaitu Bandara Internasional Kertajati di Jawa Barat yang akan beroperasi penuh pada tahun 2019 dan Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo di Jawa Tengah.  
 
Kedua Bandara ini direncanakan dengan konsep Airport City. Untuk kertajati memang sudah direncanakan semenjak disain awal, namun untuk Adi Soemarmo ini dilaksanakan secara bertahap karena memang Bandaranya sudah ada terlebih dahulu. 
 
Peran bandara telah bertambah menjadi pintu gerbang perekonomian, penunjang kegiatan pariwisata, perdagangan, perkantoran, bahkan fasilitas penunjang lain sepert aircraft maintenance centre yang kesemuanya dapat meningkatkan kemandirian ekonomi dengan bergeraknya sektor strategis ekonomi yang dicanangkan Presiden Joko Widodo, lebih daripada itu 
 
Bandara ini menjadi simpul dalam jaringan transportasi dengan adanya moda darat, kereta serta jalan toll yang melintasi Bandara ini. Inilah model bisnis bandara modern yang telah bertransformasi dengan menerapkan konsep airport city yang memberikan berbagai macam pelayanan yang tidak hanya terbatas untuk penerbangan, namun juga memberikan pelayanan kegiatan ekonomi lokal, sampai internasional dan bisnis modern lainnya.
 
Konsep airport city sangat relevan untuk dikembangkan agar Bandara Adi Soemarmo menjadi pusat kegiatan roda perekonomian yang didalamnya terdapat berbagai fasilitas yang terintegrasi untuk melayani kebutuhan warga kota. Melayani kegiatan sekitarnya seperti pusat perbelanjaan, hotel, apartemen, gedung pertemuan, tempat leisure, pusat rekreasi, dan sebagainya. Juga di dunia penerbangan sendiri tidak menutup kemungkinan sebagai pusat maintenance pesawat terbang (MRO) mengingat dengan fungsi sebagai Airport Hub akan banyak movement pesawat dari dan ke Solo dan pesawat yang bermalam (RON) di Bandara Ad Soemarmo Solo ini.
 
Koordinasi diantara pemerintah pusat dan daerah secara rutin diselenggarakan untuk menyesuaikan konsep nasional dan konsep daerah agar keduanya berkembang selaras.
 
Oleh: DR. Ir. Agus Santoso, M.Sc, 
Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan
 
 

(***)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

free web stats