Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 15 Juni 2017 17:17 WIB

Gawat, Ada Sengketa Dugaan Penggelapan Sertifikat

Bukittinggi, HanTer – Setelah dipelajari secara detail, juru bicara Elfita Achtar,  Syam Maulana S.H LLM mengatakan persidangan dugaan tindak pidana penggelapan sertifikat sebagaimana dimaksud Pasal 374 Jo 372 KUHP yang didakwakan kepada Eifita Achtar, Notaris di Bukittinggi yang memasuki acara Requisitor (Penuntutan), menurutnya penuh dengan kejanggalan.
 
Syam Maulana dalam keterangan resminya di Jakarta,  Rabu (14/6) menambahkan, perkara yang melibatkan Notaris di Bukittinggi ini berawal dari adanya kesepakatan jual beli terhadap asset PT. Rahman Tamin (dalam likuidasi) yaitu 4 bidang tanah yang terletak di Kelurahan Tarok Dipo Bukittinggi.
 
Ditambahkan penasihat hukum Elfita Achtar, Martry Gilang Rosadi S. H dari Raya Law Firm,  kliennya masih menyimpan SHGB yang disengketakan.  Karena masih terikat oleh PJB yang dibuat oleh likuidator selaku wakil sah PT. Rahman Tamin (dalam likuidasi) sudah benar menurut hukum dan bukan merupakan tindak pidana.
 
Disamping memang kewajibannya sebagai Notaris untuk tetap melajutkan sampai kepada proses jual beli karena PJB tersebut belum pernah batal atau dibatalkan.
 
Selain itu,  apa yang dilakukan Elfita Achtar, imbuh Syam, merupakan kewajibannya untuk menjaga kepentingan Pihak Penjual dan Pihak Pembeli sebagai mana diamanatkan Undang-undang Jabatan Notaris.
 
Apalagi dalam hal ini Pihak Pembeli sudah melakukan pembayaran sebesar Rp.10.000.000.000, (sepuiuh milyar rupiah).
 
"Seharusnya pihak Kepolisian arif daiam menindaklanjuti Laporan Mustafa Gani Tamin tersebut, ini adaIah murni persoalan Perdata, kenapa dipaksa-paksakan masuk ke ranah Pidana," kata Syam Maulana, Rabu (14/6/2017).
 
Seharusnya, imbuh dia lagi,  jika Mustafa Gani Tamin memang tidak lagi menginginkan Jual Beli dilanjutkan dengan PT. Starvi Property Indonesia, lembaga yang seharusnya ditempuh adalah melalui Gugatan Perdata dengan memintakan pembatalan jual beli dengan PT. Starvi Property Indonesia.
 
Dan memerintahkan Notaris yang menyimpan SHGB tersebut untuk tunduk dan patuh agar mengembalikan SHGB tersebut kepada PT. Rahman Tamin (dalam Iikuidasi) kembali.
 
Bukannya melaporkan Elfita Akhtar dalam dugaan tindak pidana penggelapan Sertifikat. Karena,  jika ditelaah secara komprehensif, dapat diketahui bahwa sebenamya permasalahan ini timbul akibat adanya masalah internal dalam PT. Rahman Tamin (dalam Iikuidasi) itu sendiri.
 
Yakni adanya komunikasi yang terputus antara tikuidator selaku pihak yang mewakili PT. Rahman Tamin (dalam likuidasirdengan para pemegang saham PT. Rahman Tamin (dalam likuidasi)
 
"Seharusnya masalah internai pada PT. Rahman Tamin diselesaikan tedebih dahulu, bukannya membawa-bawa Elma Achtar selaku Notaris yang hanya bersifat pasif. Ini sama saja dengan metakukan kriminalisasi terhadap jabatan Notaris yang mempakan Pejabat Publik," pungkasnya.  

(Romi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

free web stats