Di Publish Pada Tanggal : Senin, 17 Juli 2017 12:37 WIB

TAJUK: Mempersoalkan Kinerja Menteri Ekonomi Jokowi

ISU perombakan (reshuffle) Kabinet Kerja jilid III kembali menggelinding. Bisa jadi tak sekadar isu, karena di ranah publik terdengar kabar,  perombakan kabinet tinggal menunggu Keppres untuk ditanda tangani Presiden. 
 
Ada juga yang menyebut presiden sudah menyelesaikan soal perombakan kabinet termasuk siapa saja menteri tang bakal masuk kabinet dan menteri yang akan dicopot. Artinya sudah ditangan presiden, tinggal menunggu waktu yang tepat untuk mengumumkannya. 
 
Itu cuma pembicaraan di ranah publik. Namun seperti yang terjadi reshuffle jilid I dan jidil II. Meski  diawali dengan isu dan rumor, ternyata Presiden Joko Widodo merombak kabinetnya. 
 
Apalagi, belakangan, Presiden sendiri tidak secara tegas membantahnya. Jokowi hanya mengatakan tidak ada reshuffle kabinet dalam waktu dekat. "Tidak ada reshuffle hari ini. Tidak ada reshuffle minggu ini. Tidak ada reshuffle bulan ini," kata Jokowi di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah, Cipulus, Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (25/4/2017).
 
Sinyal reshuffle itu sebelumnya disampaikan Jokowi saat membuka Kongres Ekonomi Umat 2017. Di sela pidato pembukaannya, Jokowi sedikit 'menyentil' Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil.
 
Benarkah akan ada reshuffle kabinet? Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menyatakan keyakinan Presiden akan mereshuffle kabinetnya. Menurutnya,  peluang Presiden Joko Widodo merombak kabinetnya masih terbuka, karena Presiden tak membantah  tak secara tegas soal isu reshuffle. “Mungkin tidak  tidak pekan ini. Minggu depan bisa lain lagi dong. Saya masih percaya adanya kemungkinan untuk reshuffle," kata Qodari.
 
Lantas siapa yang akan diganti? Di ranah publik berkembang opini, reshuffle kali ini giliran menteri ekonomi yang akan diganti Presiden, karena kinerja yang tak memuaskan. Diantaranya, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menkeu Sri Mulyani, Menteri BUMN Rini Sumarno, Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti, dan lainnya.
 
Berbagai kalangan menyebut,  tim ekonomi pemerintahan Jokowi mendapat  sorotan rakyat karena kebijakannya yang tidak mampu mengelola kondisi perekonomian negara menjadi lebih baik. Malah 
Kebijakan Menteri Keuangan Sri Mulyani dituding menjadi penyebab daya beli masyarakat anjlok, pertumbuhan ekonomi mandek diangka 5%. Bahkan Mulyani membuat kebijakan pengenaan pajak yang serampangan, seperti pajak ke petani tebu. Soal anggaran dipangkas demi bayar utang plus bunga, juga dikritik publik.
 
Publik mengetahui betul ketidakmampuan tim ekonomi Jokowi. Sorotan paling banyak dialamatkan kepada Sri Mulyani dan Menko Perekonomian Darmin Nasution yang dinilai gagal menyehatkan perekonomian nasional dan meningkatkan daya beli masyarakat yang belakangan ini terus tergerus.
 
Ekonom senior, Rizal Ramli mengatakan langkah Menteri Keungan Sri Mulyani memotong anggaran, menaikkan tarif dan menguber pajak berdampak negatif pada daya beli masyarakat. Potong anggaran, naikkan tarif dan uber pajak membuat ekonomi melambat, daya beli menengah bawah merosot sehingga penjualan retail merosot.
 
Reshuffle kabinet memang hak prerogatif presiden. Namun, di tengah situasi ekonomi yang tidak cerah,  utang menumpuk dan daya beli masyarakat yang terus melemah, rakyat berharap presiden mengganti menteri-menterinya yang berkinerja buruk. 
 
Semua berharap Presiden benar-benar menilai menteri berdasarkan kinerja dan bukan karena titipan partai semata. Harus memilih menteri yang paham Nawa Cita, Trisaksi, bukan tokoh-tokoh dari kelompok neolib. Tempatkan anak bangsa yang cerdas, berkualitas dan pro rakyat menjadi menteri. 
 
Publik menilai tepat Jokowi merombak kabinetnya karena memang tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja menterinya masih jauh dari yang diharapkan. Itulah sebabnya presiden untuk segera mengganti menterinya yang tak bisa bekerja dengan baik dan menggantimereka dengan tokoh-tpkph cerdas, berkualitas, pro rakyat kecil dan bermoral. Dengan caraini kinerja kinerja pemerintahan Jokowiakan meningkat dan kepercayaan rakyat kepada pemerintahan Jokowi-JK akan semakin membaik.
 
 
 

(***)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

free web stats