Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 01 Agustus 2017 13:50 WIB

Belajar Dari Rizal Ramli, Libas Mafia Beras: Harga Beras Stabil, Stok Aman

Oleh: Ian Ras*)

Mafia beras terus menguasai pasar perberasan nasional. Mereka telah merugikan petani dan masyarakat karena mempermainkan harga beras demi mendapatkan keuntungan yang besar. Akibat ulah mereka stok dan harga beras menjadi tidak stabil,  cenderung mengalami kenaikan. Para mafia tentu meraup keuntungan ratusan triliunan rupiah dalam hitungan tahun.

Pemberantasan terhadap mafia beras yang dilakukan saat ini belum maksimal dan belum berkesinambungan. Kita akui, Mabes Polri sudah membentuk membentuk 33 Satgas Pangan di setiap Polda dan 500 di setiap Polres untuk mengawasi harga dan persediaan komoditas pangan. Tim Satgas  ini sudah bekerja, namun aksi mafia beras tetap saja beraksi.

Melibas Mafia

Mafia beras itu harus dilibas. Mari kita menengok sejenak dengan apa yang dilakukan Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli dalam memberantas mafia pangan, mafia beras, mafia listrik, mafia migas, mafia pelabuhan, mafia reklamasi, dan lainnnya.
 
Saat Rizal Ramli  menjabat Menko Perekonomian 2000-2001,  stok aman dan harga beras stabil.  Negara tidak impor beras. Saat ini kalangan swasta  yang melakukan impor sangat sedikit. Kalau mereka mau impor beras dikenakan tarif. Sistem  berlanjut sampai 2002-2004,  karena ada perubahan negara via Bulog kembali impor beras.

Akibat kebijakan itu, setelah 2004, harga beras  terus naik. Selisih harga beras dengan beras Bangkok semakin besar. Namun sayangnya yang menikmati selisih harga yang tinggi itu bukan para petani kita, tapi  broker-broker swasta dan semi negara.

Kebencian‘Sang Pendobrak”,  begitu ia dijuluki, terhadap mafia dan brokler-broker beras,  membuatnya tak tinggal diam. Dia langsung membuat gebrakan dengan menangkap dan menyita kapal bermuatan beras di Lampung  pada tahun 2000.  Pada waktu itu, mafia disebut-sebut memakai nama Bulog untuk impor beras.

Saat menjadi kepala Bulog, ia juga berhasil memberikan terobosan baru yang seketika mendongkrak nilai perekonomian Bulog serta membuat bulog menjadi sebuah instansi yang lebih transparan dan akuntabel. Misalnya dengan penghapusan rekening Of budget menjadi On budget yang mengakibatkan angka siklus yang cukup tinggi bagi bulog.

Sebagai seorang ekonom alumni Boston University ia juga memiliki jaringan pergaulan internasional, Rizal Ramli adalah salah satu ahli ekonomi indonesia yang dipercaya menjadi penasehat ekonomi PBB bersama ekonom internasional lainnya.

Layak Ditiru

Gebrakan Rizal Ramli dalam melibas mafia beras layak ditiru oleh pemerintahan Jokowi saat ini. Tim Satgas Ketahanan Pangan dan Operasi Penurunan Harga Beras Mabes Polri, juga aparat berwenang lainnya, perlu melakukan langkah-langkah yang telah dilakukan man Menko Kemaritiman tersebut.

Lewat cara ini kita meyakini, harga beras akan tetap stabil, tidak terus cenderung mengalami kenaikan. Kita juga yakin, harga beras yang stabil karena mafia tidak ada lagi, petani kita diuntungkan. Rakyat akan senang karena bisa mendapat harga beras dengan murah dan berkualitas.

Selama ini, Rizal Ramli dikenal tokoh anti mafia, dan anti pejabat ‘bandit’. Keberadaannya  sebagai tokoh nasional yang memiliki sikap tegas dalam membela hak-hak rakyat yang terindas, tidaklah muncul secara instan, atau dengan kata lain tidaklah baru muncul kemarin.
Rizal Ramli sudah sangat lama dibenci oleh rezim banditisme beserta para mafia di negeri ini, yakni diawali sejak dirinya dipercaya sebagai Ketua Dewan Mahasiswa ITB, atau pada masa rezim Orde Baru (Orba) berkuasa.  

Kala itu, Rizal Ramli kerap “mengobrak-abrik” melalui aksi unjuk rasa sebagian besar kebijakan rezim Orba yang dinilainya hanya menguntungkan kelompok tertentu dan sama sekali tak berpihak kepada rakyat bawah.

Aksi unjuk rasa yang sering dipimpin langsung oleh Rizal Ramli itu, tentu saja tidak hanya mengganggu kenyamanan pemerintahan rezim Orba, tetapi juga mengganggu “mata rantai penghasilan” para mafia, sehingga Rizal Ramli pun dipandang sebagai sosok “berbahaya”, yang harus disingkirkan, dan akhirnya ia dipenjara karena dianggap membuat kegaduhan.
Selepas dari penjara, Rizal Ramli melanjutkan studi dan menggali ilmu ekonomi di Boston Univesity hingga berhasil meraih gelar doktor Kehadiran Rizal Ramli kembali ke tanah air, membuat rezim Orba dan para mafia juga kembali terusik. Dan benar saja, Rizal Ramli bersama sejumlah elemen (terutama mahasiswa yang berada di garis terdepan) berhasil menumbangkan rezim Orba, hingga era Reformasi pun lahir.

Ketika ia dipercaya menjadi Ketua Bulog (2000), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (2000) dan kemudian Presiden Komisaris PT Semen Gresik, Rizal membuktikan tangan dinginnya menyehatkan ekonomi Indonesia sekaligus menantang dominasi asing.

Sistem Kuota Ke Tarif

Rizal  Ramli juga mengusulkan  agar sistem kuota bisa diganti dengan sistem tarif untuk menurunkan harga-harga kebutuhan pokok. Juga bisa mencegah praktik oligopoli dan mengjhentikan aksi-aksi mafia/kartel pangan.

"Kami minta pemerintah c.q Kemendag supaya sistem kuota dihapus menjadi sistem tarif. Sehingga semua orang bisa impor barang asal bayar tarif," kata Rizal Ramli pada diskusi di DPD RI Senayan Jakarta, belum lama ini.

Menurut Rizal dengan mengubah sistem kuota ke sistem tarif maka akan memangkas biaya tinggi dan akan terjadi persaingan. Dengan demikian, tambahnya, akan menurunkan harga jual kepada masyarakat.

Namun, tambah Rizal, tarif yang diberlakukan harus tinggi untuk melindungi petani dalam negeri. “Dengan kebijakan tarif ini semua pihak dapat mengimpor beras, garam, dan lainnya dengan syarat membayar sejumlah biaya yang telah ditentukan pemerintah, sehingga usaha para petani terlindungi dan pendapatan mereka juga semakin meningkat,” kata tokoh yang diknal dengan  jurus "Rajawali Ngepret".

Tindak Tegas

Ketua Komisi Pengawas dan Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf mengatakan,   dari hasil monitoring yang dilakukan di masing-masing provinsi diketahui memang ada pemain-pemain besar, yakni penggilingan besar dan pedagang besar. "Mereka ini berpotensi mengendalikan pasokan atau mengatur pasar yang membuat harga bisa menjadi menjadi lebih tinggi. Itu yang menjadi obyek pengawasan kami di KPPU," ucapnya.

Sementara itu, Kapolri Tito Karnavian menegaskan, pihaknya tidak segan menindak tegas para mafia dan kartel beras yang nekat memainkan harga beras. Sebab, sepertiga uang dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dikucurkan untuk mensubsidi komoditas beras.

"Karena kita lihat potensi pelanggaran hukum dalam komoditas beras ini tidak main-main. Uang yang beredar untuk komoditas paling tinggi dari sembako adalah beras, karena mencapai Rp488 triliun, jadi hampir 1/3 APBN kita. Ini upaya menyelamatkan uang negara, seperti dalam penindakan kasus korupsi," jelas Tito.

Tito menjelaskan, petani di Indonesia yang jumlahnya 56 juta lebih, hanya mendapatkan keuntungan kurang lebih Rp 60 triliun atau setiap petani hanya memperoleh keuntungan sekitar Rp 1,3 juta setiap satu periode tanam. Sementara pedagang yang terlibat dalam distribusi beras dengan jumlah sekitar 400.000 orang, memperoleh keuntungan Rp 286 triliun.

"Yang paling menderita, yah konsumen, karena barang pokok. Khususnya masyarakat yang ekonomi bawah. Beda seribu saja per kilo, semakin membuat mereka susah lagi. Itu lah tanggung jawab pemerintah untuk menstabilkan harga," jelas Tito.

Karena itu, kepolisian telah membentuk 33 Satgas Pangan di setiap Polda dan 500 di setiap Polres untuk mengawasi harga dan persediaan komoditas pangan. Bahkan, Satgas Pangan yang telah dibuat 2 pekan lalu bersama Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Menteri Dalam Negeri, KPPU, Bulog, dan Bea Cukai, akan hadir di setiap polsek dan kecamatan.

Kembali ke Rizal Ramli, berbagai kalangan menyebutnya tokoh kreatif, lugas, cerdas dan negarawan.  RR bukanlah tokoh yang suka ingkar janji dan cuma omong doang (omdo). Apapun yang dia ucapkan dan janjikan selalu dipenuhinya. Amanah pun dia laksanakan dengan baik, kerja keras dan ikhlas.

Ketika Presiden Jokowi menunjuknya menjadi Menko Maritim dan Sumber Daya, tokoh kritis sejak mahasiswa ini terus bergerak cepat, langsung menggebrak.  Tak heran bila pengamat politik dari LIPI Prof Siti Zuhro memberikan apresiasi.

“Ada banyak konsep yang ditawarkan Rizal Ramli , yang kemudian diambil oleh Presiden Jokowi. Kasus Blok Masela itu adalah konsep Rizal  Ramli dan Presiden wellcome karena konsep itu untuk mengamankan Presiden Jokowi juga,” katanya.

Siti Zuhro mengakui, “kepretan” Rizal Ramli telah membuka mata publik bahwa ada sisi-sisi lain dari kebijakan pemerintah yang selama ini tertutup. “Sisi bagus (kepretan Rizal Ramli, Red), kita publik jadi tercerahkan. Walaupun ada sisi yang lain di mana kepretan itu menimbulkan polemik. Tetapi semua itu sah-sah saja,” katanya di Jakarta, Kamis (14/4).

Selain itu, kata profesor riset dari LIPI tersebut, Menko Rizal Ramli telah melakukan sesuatu yang tidak pernah terjadi dalam sejarah, di mana aib penguasa dibuka ke publik. “Enggak pernah terjadi dalam sejarah, aib penguasa dibuka ke publik. Hanya seorang Rizal Ramli yang bisa lakukan dan publik pun tercerahkan,” ujar Siti.

Dijelaskan, posisi Rizal Ramli sebagai Menko Maritim sangat membantu Presiden Jokowi untuk mengegolkan program pembangunan yang dicanangkannya. Ada banyak konsep yang ditawarkan Rizal Ramli, yang kemudian diambil oleh Presiden.

*) Pengamat Sosial Politik

(***)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

free web stats