Di Publish Pada Tanggal : Senin, 21 Agustus 2017 10:09 WIB

TAJUK: Malaysia Tak Cukup Hanya Meminta Maaf

Rakyat Indonesia marah. Bendera lambang/simbol negara yang menjadi kebanggaan dan martabat sebuah bangsa, dipasang terbaik, putih diatas, warna merah dibawah di SEA Games 2017. Kita sebagai anak bangsa pantas marah dan tersinggung dengan insiden tersebut. Malaysia harus tahu bahwa kemerdekaan Indonesia diperoleh dari perjuangan, dengan darah para pahlawan, bukan karena diberikan oleh negara lain.

Insiden pemasangan bendera terbalik itu lebih mengenaskan dan mengagetkan kita semua, karena terjadi disaat negeri baru saja memperingati hari kemerdekaan, dan disaat rakyat sedang bergembira untuk merayakan hari kemenangan itu.

Meski pemerintah Malaysia sudah minta maaf, dan Presiden Joko Widodo sudah meminta tidak dibesarkan-besarkan,  pengguna media sosial, politikus, aktivis,  dan beberapa kalangan terus meluapkan kutukan atas insiden tersebut.

Apalagi kesalahan tak cuma di buku panduan SEA Games, gambar bendera Indonesia terbalik ternyata juga tercetak di koran Malaysia.

Sebelumnya, insiden bendera Indonesia terbalik menjadi viral setelah diperlihatkan Menpora Indonesia, Imam Nahrawi, di akun Twitter-nya. Imam mengunggah foto buku panduan SEA Games 2017 yang memperlihatkan bendera Indonesia menjadi berwarna putih merah, yang seharusnya merah putih.

"Pembukaan #SEAgames2017 yang bagus tapi tercederai dengan keteledoran fatal yang amat menyakitkan. Bendera kita...Merah Putih. Astaghfirullaah...," kicau Menpora Imam

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani memprotes keras kesalahan gambar bendera Indonesia yang tercantum pada buku panduan SEA Games 2017 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur Malaysia. Puan menyebut Malaysia ceroboh sehingga untuk itu harus minta maaf. Kecerobohan simbol negara itu fatal.

Panitia penyelenggara SEA Games 2017 di Malaysia melakukan kesalahan pada buku panduan SEA Games XXIX yang dibagikan kepada para pejabat yang hadir dalam acara pembukaan dengan mencetak gambar bendera Indonesia terbalik menjadi putih merah.

Protes keras juga disampaikan Kementerian Luar Negeri, Menpora, dan KOI sudah protes keras. Tentu sangat disesalkan, untuk event sebesar SEA Games, apakah sengaja atau tidak, harus diperbaiki karena ini berkaitan dengan simbol Indonesia. Panitia Sea Games memang sangat teledor.

Bendera Indonesia terbalik itu ada pada bagian daftar negara peserta yang pernah menjadi tuan rumah SEA Games di mana tertulis Indonesia menjadi tuan rumah SEA Games 1979, 1987, 1997 dan 2011.

Sebagai negara tetangga, kita tentu sangat heran, kenapa Malaysia bisa bertindak teledor seperti itu. Seharusnya, mereka sudah mengetahui warna bendera Indonesia Merah dan Putih. Atau setidaknya sebelum dicetak, panitia SEA Games sudah mengecek semua lambang negara yang ikut perhelatan negara-negara Asia Tenggara tersebut.

Jadi, Malaysia tak cukup hanya minta maaf. Negeri jiran itu bersama pemerintah Indonesia harus menyelidiki kasus bendera terbalik itu. Perlu dibentuk tim pencari fakta sehingga diketahui apakah pemasangan bendra terbalik itu disengaja atau tidak. Jika memang tidak ada unsur kesengajaan, tentu rakyat Indonesia bisa memahaminya.

Insiden ini harus benar-benar diusut tuntas sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi, baik yang dilakukan Malaysia maupun oleh negara lain. Pemerintahan Jokowi sebaiknya tidak cukup puas dengan permintaan maaf Malaysia itu, tapi harus mendesak pemerintah malaysia untuk menyelidikinya dengan tuntas.

Apapun alasannya, jika bendera nasional kita, siapapun yang menginjak-injak martabat bangsa ini, tidak boleh kita beri ampunan, kalau pelakunya tidak sungguh-sungguh meminta maaf dan melakukan penyelidikan. Rakyat akan merasa tenang jika tim pencari fakta dibentuk dan mengumumkan apapun hasilnya kepada seluruh rakyat Indonesia.

Namun untuk saat ini kita meminta rakyat Indonesia berpikir positif, bersikap tenang sampai menunggu hasil penyelidikan terhadap insiden itu.

Jadi,  walaupun pihak Malaysia sudah meminta maaf melalui surat terbuka, tapi ini tetap harus diselesaikan dengan penyelidikan yang serius. Negeri serumpun itu tidak cukup hanya dengan meminta maaf.

(***)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

free web stats