Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 01 September 2017 21:12 WIB

Myanmar Negara Peraih Nobel Kini Telah Menjadi Negara Penjahat Kemanusiaan

Jakarta, HanTer - Ini bukan soal Muslim atau non Muslim, tetapi ini soal Kemanusiaan.
Tragedi Pemerintahan Militer Myanmar yang membunuh Muslim Rohingya adalah Kejahatan atas Kemanusiaan.
 
Bagi kita sebagai anak bangsa Indonesia selalu diingatkan dalam Pembukaan UUD45."Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Karena tidak sesuai dengan Pri kemanusiaan dan Pri keadilan".   
 
Hari ini Mungkin Muslim yang dibantai, diwaktu lain bisa jadi Non Muslim yang menjadi korban. 
Maka atas nama Kemanusiaan selayaknya Pemerintah RI memanggil pulang Duta Besarnya dari Negara tersebut. Dan segera mengusir Diplomat Myanmar dari Indonesia.
 
Serta RI harus mendesak kepada Asean untuk segera mengadakan Rapat Pemberian Sanksi kepada Myanmar atau bila perlu Memecat Myanmar dari keanggotaan Asean.
 
Selanjutnya mengutus Diplomat kita yang berada di United Nation (UN)/ Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk mengajukan Protes terhadap Myanmar. Dan melaporkan Myanmar sebagai Penjahat Kemanusiaan ke Dewan Pengadilan International di Den Haag Belanda.
Batalkan Nobel atas Myanmar.
 
Myanmar Country has become the killer for Rohingya Muslim. 
 
Membunuh Anak anak, Perempuan, Orang Tua adalah Kejahatan Kemanusiaan yang Tidak boleh terjadi di abad Modern saat ini. Dimana semua manusia berhak untuk hidup dan berkehidupan. 
 
Disaat diantara negara dari dunia belahan yang jauh saling membangun kebersamaan dan ingin berbagi. Negara Myanmar malah memberikan contoh sebagai Negara yang tidak bersahabat terhadap manusia.
 
Bukan saja kepada Manusia dari Negara lain, bahkan kepada rakyatnya sendiri mereka berbuat zolim, menyiksa, membunuh bahkan membumi hanguskan.
Anda mungkin tidak tertarik, karena anda bukan Muslim.
 
Tetapi ingat, bahwa bila ini tidak kita hentikan. Bukan tidak mungkin di waktu yang akan datang anak anak anda yang akan menjadi korban.
 
Mari selamatkan Rohingya.
 
Mari Hentikan keganasan Myanmar.
 
Mari kita bangun Dunia tanpa pembunuhan, tanpa peperangan dan tanpa saling membumi hanguskan peradaban.
 
Semoga tulisan ini dapat mengetuk pintu hati saudara saudara semua yang membacanya. 
#Saverohingya, #stopkillerrohingya.
 
 
Oleh) Burhan Saidi.HSB
 
Wasekjen LMP
 
Ketum SPPI
 
Pemerhati Kemanusiaan International
 
 

(***)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

free web stats