Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 27 September 2017 15:30 WIB

Salah Jalan: Indonesia Sudah 50 Tahun Membangun, GDP/Capita Baru Mencapai $ 3600

Penulis : Abdulrachim K - Analis

Pembangunan di Indonesia baru dimulai sejak 1967, setelah dijaman Orde Lama sangat dipenuhi oleh perjuangan keras untuk mempersatukan bangsa , mengatasi pemberontakan2, bahkan Bung Karno pernah mengalami enam kali percobaan pembunuhan dan berhasil merebut kembali Papua kepangkuan ibu pertiwi.

Pembangunan Indonesia dimulai dari 1967 ketika diberlakukannya UU Penanaman Modal Asing yang membuka pintu lebar2 untuk investasi asing yang menjadi warna selanjutnya dari pembangunan dijaman Orde Baru yang berhasil berkuasa selama 32 tahun, dengan kekuasaan tunggal berada ditangan presiden Soeharto yang dibungkus dengan ornamen2 demokrasi, seperti pemilu, pemilihan presiden, Pidato pertanggung jawaban preiden dsb. Namun kekuasaan yang mutlak berada disatu tangan itu didampingi oleh tim ekonomi yang diketuai oleh Widjojo Nitisastro yang memberikan pengarahan pembangunan ekonomi Indonesia.

Tim Widjojo Nitisastro yang antara lain termasuk Ali Wardana, Sumarlin, Emil Salim dll yang dikemudian hari dikenal sebagai Mafia Berkeley sebetulnya juga bukan tim yang mandiri tetapi selalu berkonsultasi kepada konsultan asing yang selalu mendampingi mereka dalam banyak persoalan.

Mengapa mereka sampai mendapat julukan Mafia Berkeley karena mereka selalu membuat jaringan yang terdiri dari para ekonom yang lebih muda dan selalu berusaha dan berhasil mengarahkan dan mempengaruhi kebijakan2 ekonomi selama 50 tahun sampai sekarang kecuali pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid selama 21 bulan 1999 - 2001 (satu2nya pemerintahan yang berhasil mengurangi utang pemerintah sepanjang sejarah RI sebesar $ 3,6 Milyar dengan Menko Perekonomiannya Kwik Kian Gie dan Rizal Ramli). Jadi presidennya boleh siapa saja tetapi menteri2 ekonominya harus terkait langsung atau tidak langsung dengan kelompok Mafia Berkeley ini. Tentu saja arah kebijakan ekonominya harus sejalan dan patuh dengan pengarahan mereka.

Namun setelah Indonesia membangun selama 50 tahun kita bisa melihat hasilnya bila dibandingkan dengan negara2 lain di Asia yang jauh lebih maju. Padahal ditahun 1960an kita masih sama2 miskin dengan negara2 itu . Kelompok Mafia Berkeley itu selalu berkilah bila kita membandingkan Indonesia dengan Singapura maka mereka mengatakan bahwa Singapura maju karena penduduknya sedikit. Tetapi Singapura yang luasnya hanya 700 km2 (separoh dari luas Kabupaten Bekasi), penduduknya 5,5 juta, juga punya sumber daya yang sangat terbatas untuk bisa berkembang maju. Bahkan semua bahan panganpun diimpor karena tidak punya lahan untuk bercocok tanam. Singapura tidak punya tambang2 seperti kita, emas, perak, tembaga, nikel, timah, bauxit, aluminium, biji besi, batubara dsb. Mereka juga tidak punya jutaan hektar hutan untuk ditebang seperti kita. Tetapi Singapore sangat maju karena sangat pandai dalam memilih kebijakan kebijakan ekonomi yang mampu meningkatkan kemajuannya dengan pesat.

Demikian juga negara negara maju di Asia seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan tidak punya sumber daya alam yang luar biasa kaya seperti Indonesia. Tetapi mereka sangat maju. Jepang pun sebagian besar bahan bakar energinya di impor dari luar. Taiwan tidak punya sumber gas tetapi exportir hasil industri Petrokimia nomor 3 terbesar di dunia. Sedangkan gas dalam bentuk LNG ( yang bernilai tambah rendah ) sebagai bahan bakunya sebagian diimpor dari Indonesia yang kaya dengan sumber gas. Bahkan Malaysia mengembangkan industri petrokimia yang besar di Kertih ( Kerteh ) negara bagian Trengganu yang 40% LNG nya impor dari Natuna dan hasil industri petrokimianya di impor oleh pabrik petrokimia di Cilegon Banten.

Menggapa negara negara itu maju cepat antara lain karena mereka fokus kepada sektor sektor yang bernilai tambah tinggi seperti industri elektronik, petrokimia, otomotif, perkapalan ( industri kapal Korea Selatan salah satu yang terbesar didunia ), permesinan ( machinery ) dll. Dan mengapa Indonesia jauh lebih lambat kemajuannya karena hanya fokus kepada sektor2 bahan mentah yang bernilai tambah rendah seperti CPO, batubara, LNG, perikanan tangkap dll.

Selama 50 tahun membangun akhirnya Indonesia hanya bisa mencapai GDP/Capita $ 3600, sedangkan Singapore bisa mencapai $ 51,400 ( hampir 15 kali lipat kita ), Korea Selatan $ 25.500 ( 7 kali lipat kita ), Taiwan $ 22.500 ( 6,25 kali lipat kita ) dan bahkan Malaysia bisa mencapai $ 11.000 ( 3 kali lipat kita ).

Selama 50 tahun menteri2 Ekonomi selalu dijabat oleh Mafia Berkeley dan anak cucu muridnya sampai sekarang kecuali pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid selama 21 bulan ( satu2nya pemerintahan yang berhadil mengurangi utang sebesar $ 3,6 Milyar dengan Menteri Perekonomiannya Kwik Kian Gie dan Rizal Ramli ) , selalu mengikuti kebijakan2 ekonomi dan pengarahan Mafia Berkeley dan terbukti menghasilkan ketertinggalan yang sangat jauh dengan bangsa2 maju di Asia .

Apabila dominasi anak cucu murid Mafia Berkeley ini tetap melekat dalam pemerintahan sebagai menteri2 Ekonomi maka bisa dipastikan bahwa dalam 25 tahun kedepan Indonesia akan ketinggalan lagi dari Vietnam dan Filipina , karena Indonesia sudah 3 tahun ini dan kedepannya perekonomiannya hanya tumbuh 5%an sedangkan Vietnam dan Filipina tumbuh 6,5 - 7% / tahun . Bisa jadi GDP/Capita Vietnam dan Filipina 25 tahun lagi 2 atau 3 kali dari Indonesia dan kita hanya mampu kirim TKI ke Vietnam dan Filipina.

(***)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

free web stats