Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 24 November 2017 11:27 WIB

Blunder Pembentukan Holding Tambang

Pembentukan Holding BUMN Tanbang merupakan keniscayaan. Alasannya, selain untuk memperkuat BUMN Tambang agar bisa bersaing di pasar global, juga holding tambang diharapkan untuk membeli divestasi 51% saham Freeport.
 
Hanya proses pembentukan holding BUMN Tambang cenderung blunder. Penunjukan Inalum salah satu BUMN sbg perusahaan holding akan menimbulkan permasalahan, yang bisa menghambat proses integrasi ke dalam holding. BUMN tambang lain merasa tidak diperlakukan secara equality akan memicu resistensi dalam proses holding.
 
Blunder kedua adalah pengangkatan Budi Sadikin (BS) sebagai direktur holding. BS memang profesional di bidang keuangan, yang dibuktikan saat menjadi dirut Bank Mandiri.
 
Namun, BS, yang tidak punya track record di bidang tambang, sangat diragukan kemampuan memimpin holding tambang.
 
Selain itu, kedekatan BS dengan Menteri BUMN Rini Soemarno akan menimbulkan syak wasangka bahwa Rini berkepentingan menguasai dan mengendalikan BUMN Holding, seperti yang terjadi di Pertamina.
 
Oleh: Fahmy Radhi
 

(***)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

free web stats