Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 06 Desember 2017 07:13 WIB

TAJUK: Kesejahteraan Prajurit Jadi PR Panglima TNI Baru

Presiden mengajukan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima TNI ke DP. Berbagai kalangan menyampaikan harapan agar Panglima baru nanti mampu menjaga soliditas, punya  komitmen untuk melakukan transformasi TNI ke arah yang lebih profesional dan modern, penghormatan terhadap nilai HAM dan komitmen antikorupsi serta mendukung agenda reformasi TNI.

Dan yang paling,  Panglima TNI pengganti Gatot Nurmantyo, diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan prajurit. Kita tidak boleh menutup mata masih ada anggota TNI yang hidupnya ‘pas-pasan’, sehingga mereka ‘nyambi’ menjadi tukang ojek online. Juga ada yang ‘nyambi’ menjadi ‘pengawal’, ‘ajudan’ atau jenis pekerjaan diluar tugasnya sebagai anggota TNI.

Itulah sebabnya, kesejahteraan prajurit TNI harus lebih diperhatikan untuk pemenuhan kebutuhan hak asasi. Pasalnya, kesejahteraan terhadap prajurit TNI tak setara dengan risiko tugas dan risiko yang dihadapi di medan tugas, karena menyangkut pertahanan wilayah negara.

Sudah semestinya tunjangan kinerja prajurit TNI bisa lebih ditingkatkan pemerintah karena adanya risiko kematian. Risiko kematian prajurit militer lazim digunakan dalam perhitungan gaji atau tunjangan lain.

Pengajuan nama Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima TNI ke ke DPR, patut diapresiasi. Sebab hal ini  sejalan dengan semangat UU TNI yang secara implisit mensyaratkan kepada presiden agar melakukan pergantian secara bergiliran antarangkatan, yaitu AD, AL dan AU. Panglima TNI yang sekarang dari TNI AD.

Jenderal Gatot Nurmantyo menjelaskan, Presiden Jokowi juga memiliki langkah baik karena tidak menaikan seseorang dari kalangan TNI secara mendadak untuk duduk di kursi Panglima TNI. Artinya semua sudah sesuai dengan persiapan. Pergantian ini pun memperlihatkan bahwa regenerasi di kalangan TNI berjalan dengam baik. Penyiapan kader-kader terbaik dijalankam sejak awal.

Meski begitu DPR tetap perlu melakukan uji kompetensi, komitmen dan integritas calon Panglima TNI dalam proses fit and proper test. Terutama terkait komitmen untuk melakukan transformasi TNI ke arah yang lebih profesional dan modern, penghormatan terhadap nilai HAM dan komitmen antikorupsi serta mendukung agenda reformasi TNI.

Selain itu DPR harus meminta masukan dari lembaga lain seperti KPK, Komnas Ham dan lainnya terkait rekam jejak Hadi Tjahjanto. 

Panglima baru nanti juga akan mendapat tugas berat, menjaga  keutuhan NKRI, terutama ancaman dari semakin banyaknya warga negara asing ke negeri ini, juga indikasi masuknya senjata illegal ke sejumlah daerah, serta ancaman separatis di Papua.

Tak hanya itu, Hadi Tjahjanto juga akan mendapat PR berat di tahun politik, yakni Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019. Terkait tahun politik ini diharapkan prajurit TNI tidak terpancing isu adu domba, intoleran, Pancasila dan Kebhinekaan serta isue SARA

Berbagai kalangan meyakini Hadi mampu menjaga kesolidan prajurit sesuai aturan di institusi TNI.  Buktinya terlihat dari sikap tegas Hadi dalam menangani kasus korupsi pembelian helikopter angkut AgustaWestland (AW)-101 di TNI AU tahun 2016-2017 serta tak segan memecat anggotanya yang terbukti terlibat kasus dugaan penyelundupan minuman keras menggunakan pesawat Hercules C-130 TNI AU, di Papua.

Dalam merespon dinamika saat ini, diperlukan seorang Panglima TNI yang mampu mengelola persatuan dan kesatuan berbagai elemen bangsa, agar bisa melalui tahun politik seperti pilkada 2018 dan Pileg/Pilpres 2019 dengan aman.

Tentu saja pada pilkada serentak, pileg dan pilpres, prajurit TNI harus memiliki komitmen untuk menjaga netralitas dan independen dari politik praktis.

TNI hanya berpihak kepada kebenaran dan di sisi rakyat demi NKRI. Tidak boleh keseret dalam pusaran kepentingan opurtunis pemegang kekuasaan diberbagai levelnya.

Harapan kita Hadi Tjahjanto untuk bisa melanjutkan hal - hal positif yang telah dilakukan dan dibangun oleh Jenderal Gatot Nurmantyo. Oleh karenanya ke depan Hadi Tjahjanto harus bisa membangun hubungan yang lebih erat dengan berbagai komponen bangsa terutama dari umat Islam yang notebene adalah mayoritas di NKRI.

 

(***)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

free web stats