Di Publish Pada Tanggal : Senin, 18 Desember 2017 06:59 WIB

TAJUK: Penggerebekan Pabrik Narkoba Di Jakarta Barat

Badan Narkotika Nasional (BNN) DKI Jakarta menggerebek sebuah diskotek di kawasan Tubagus Angke, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Minggu (17/12/2017).  

Kabid Pemberantasan BNN) DKI Jakarta, Maria S mengemukakan,  diskotik berinisial MGIC itu difungsikan juga sebagai pabrik narkoba. Dalam penggerebekan tersebut BNN menahan seorang pengkonsumsi narkoba serta pemilik dari pabrik narkoba tersebut.

Pemilik pabrik narkoba itu sungguh nekad. Di ibu kota Jakarta, dimana banyak petugas BNN dan aparat kepolisian, pelakumasih meng masih mengoperasikan pabriknaroba yang dibungkus usaha diskotik. Hal ini sekaligus menunjukkan peredaran dan pembuatan narkoba sudah sangat menghawatirkan.

Maka, sudah saatnya negeri ini tidak lagi memberi ampun kepada pelaku kejahatan narkoba, baik pelaku kelas teri maupun kelas kakap. Tindakan tegas dan hukuman berat harus diberikan kepada mereka. Pasalnya, narkoba saat ini sudah menjadi pembunuh massal, bahkan lebih sadis dari terorisme. Setiap tahun sebanyak 15 ribu orang Indonesia meninggal akibat narkoba.

Kenekadan pelaku kejahatan ini juga sudah sangat luar biasa. Mereka berani memasukkan barang haram ini dalam jumlah besar ke Indonesia, seperti yang terjadi baru-baru ini, menyelundupkan sabu seberat 1 kilogram lewat Anyer, Banten. Beruntunglah petugas kepolisian berhasil menggagalkannya.

Tak hanya 1 ton, pelaku kejahatan ini juga memasukkan narkoba dalam lebih besar.  Kenekadan pelaku kejahatan ini memasukkan narkoba dalam jumlah besar semakin menunjukkan Indonesia menjadi pasar menggiurkan dan menguntungkan bagi bisnis haram ini.  

Mantan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan ancaman narkoba bagi masyarakat tidak kalah berbahaya jika dibandingkan dengan terorisme.   Lebih lanjut mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu menjelaskan bahwa setiap tahunnya, sebanyak 15 ribu orang Indonesia meninggal akibat narkoba.

Dan jumlah yang meninggal ini setiap tahun meningkat terus. Sementara korban bom dari dulu hingga sekarang tidak sampai 1.500 orang. Ini makanya saya katakan narkoba juga menjadi ancaman besar bagi kita," ungkap dia.

Apalagi, saat ini,  menurut Gatot Nurmantyo, persebaran obat-obatan terlarang di Tanah Air ini masif, sudah mencapai kawasan perkebunan dan daerah terluar Indonesia.

Narkoba menjadi ancaman bagi kita. Peredaran narkoba di negeri sudah sangat membahayakan generasi muda. Meski banyak yang sudah ditangkap dan ada yang sudah dihukum mati,  pelakunya tetap saja tidakkapok-kapok, bahkan semakin nekad, lebih berani.

Bisa jadi pelaku kejahatan narkoba itu  dibantu oleh oknum-oknum aparat yang tidak bertangggung jawab sehingga sangat mudah memasukkan barangnya ke negeri ini.

Maka, sudah saatnya Presiden Jokowi memerintahkan kepada bawahannya dan para pembantunya untuk menyikat habis oknum-oknum yang membekingi pelaku kejahatan narkoba. Termasuk oknum-oknum petugas di lembaga pemasyarakatan yang selama ini masih terjadi transaksi narkoba.

Mulai saat ini kita tidak boleh memberi ampun kepada pelaku kejahatan narkoba. Berikan hukuman berat, bila perlu dihukum mati. Akibat perbuatan mereka, jutaan orang Indonesia telah tewas. Jika hal ini dibiarkan, bukan tidak mungkin negeri ini ‘lenyap’ akibat narkoba.

Untuk memberantas narkoba, masyarakat, baik perorangan, kelompok, organisasi, sosial hingga keagamaan harus berada di garda terdepan. Laporkan kepada penegak hukum jika melihat dan mengetahui ada praktik jual beli narkoba di lingkungan kita masing-masing.

Perjuangan untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika itu tanggung jawab bersama. Ayo kita menyatakan perang terhadap narkoba.

(***)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

free web stats