Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 02 Januari 2018 13:36 WIB

TAJUK: Situasi Aman dan Kondusif di Tahun Politik

TAHUN ini, 2018  adalah tahun politik . Selain akan digelar Pilkada serentak pada Juni mendatang, situasi politik akan diramaikan dengan masalah pencapresan, dukung mendukung calon presiden yang akan diusung pada Pilpres 2019,  baik di media massa maupun di media sosial.

Tentu saja banyak pihak yang memperkirakan situasi politik nasional kembali memanas, gaduh. Ada juga yang mengkhawatirkan tahun politik bisa berujung  pada aksi-aksi kerusuhan. Namun ada juga yang meyakini aman, karena pesta demokrasi di Indonesia bukan hal yang baru sehingga masyarakat tak perlu khawatir.

Justru diharapkan, dengan momen pilkada dan pilpres, perekonomian Indonesia dapat menggeliat lantaran banyaknya perputaran uang di masyarakat.

Itulah sebabnya agar tercipta situasi yang mondusif, masyarakat sangat berharap kepada TNI dan Polri bisa menjadi penengah dalam pilkada maupun pilpres. TNI dan Polri harus tetap netral dan waspada hal-hal yang kemungkinan terjadi ditengah-tengah masyarakat.

Dalam UU No 15 Tahun 2011 dan UU No 34 Tahun 2004 tentang TNI, mengamanatkan prajurit TNI harus netral dalam kehidupan berpolitik dan tidak melibatkan diri pada politik praktis. UU No : 34 tahun 2004 Pasal 2 menyatakan jati diri TNI adalah Tentara Profesional tidak berpolitik praktis, mengikuti kebijakan politik Negara.

Selanjutnya, masyarakatnya harus menghindari tindakan yang bisa menyakiti orang lain, termasuk tidak menghembuskan isu SARA. Biasanya, politik berdasarkan sentimen SARA masih menjadi sarana untuk kepentungan politik di Indonesia. Mereka tidak memperdulikan dampak buruknya bagi Persatuan dan Kesatuan Bangsa.

Selain itu semua pihak  yang terlibat dalam kampanye hendaknya tidak melakukan kampanye hitam,  tidak saling menghujat dan saling menyalahkan. Karenanya siapapun yang mencederai atau melakukan pelanggaran harus diproses dan tidak ada tebang pilih, meskipun hal tersebut dilakukan tokoh masyarakat/tokoh politik.

Untuk diketahui, Pilkada serentak di Tahun 2018 akan dilangsungkan di 171 daerah dengan Rinciannya ada 17 Provinsi serta 154 Kabupaten/Kota.

Namun berbagai kalangan berharap agar seluruh rakyat dalam menghadapi tahun politik yang penuh hingar bingar harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Tetap menjaga kecintaan terhadap Indonesia.

Tahun politik juga hendaknya tidak menjadi ancaman ekonomi, dan bukan bentuk sinyal negatif atau pesimisme terhadap pemerintah. Namun menjadi peringatan agar momentum politik digunakan untuk memacu pertumbuhan ekonomi.

Presiden Jokowi mengatakan tahun politik semestinya digunakan sebagai momentum memperbaiki ekonomi. Keduanya tak bisa dipisahkan tapi berjalan beriringan dan saling melengkapi.

Namun, menurut Presiden, pesta demokrasi di Indonesia bukan hal yang baru sehingga masyarakat tak perlu khawatir. Dengan momen pilkada dan pilpres, perekonomian Indonesia dapat menggeliat lantaran banyaknya perputaran uang di masyarakat.

Direktur Eksekutif Indef Enny Sri Hartati mengatakan kemungkinan ancaman ekonomi di tahun politik bukan bentuk sinyal negatif atau pesimisme terhadap pemerintah. Namun menjadi peringatan agar momentum politik digunakan untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Tapi dengan maksud sebagai peringatan karena ekonomi kita belum tumbuh sesuai potensinya, karena tahun politik mestinya dimanfaatkan sebagai momentum memacu ekonomi kita.  

Itulah sebabnya jika pilkada serentak tidak dapat dikendalikan dan diamankan dengan baik tentu akan berdampak terhadap hengkangnya investor yang memang sudah cemas menghadapi tahun politik 2018-2019. Disisi lain tahun politik harus 8menjadi tantangan tersendiri bagi dunia usaha. Optimisme menangkap peluang pertumbuhan ekonomi membutuhkan kejelian di tengah tahun politik.

Sekali lagi kita mengingatkan,  2018 adalah tahun politik. Kalau tidak dikelola dengan baik maka akan menjadi kontraproduktif. Bisa-bisa investor bisa kabur. Karenanya  pemerintah harus melakukan relaksasi mengenai kepastian usaha. Kuncinya adalah menciptakan situasi keamanan kondusif.   

Dengan stabilitas dan keamanan yang baik, bersinergi dengan stabilitas politik dan ekonomi maka akan menciptakan iklim kondusif demi suksesnya pembangunan nasional.

Namun kita meyakini, tahun politik tidak berdampak negatif bagi geliat sektor industri mengingat sejauh ini pemerintah telah memberikan banyak kebijakan yang bersifat proinvestasi.

(***)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

free web stats