Di Publish Pada Tanggal : Minggu, 14 Januari 2018 23:30 WIB

Tolak Impor Beras

Oleh: Andrianto SIP/Presidium Persatuan Pergerakan

Sungguh sebuah kado pahit di awal tahun buat para petani kita. Rencana pemerintah untuk impor beras sebesar 500 ribu ton, sungguh diluar nalar. Sontak bau kepentingan mengingat ini jauh dari gembar-gembor nawa cita yang mandiri di bidang pangan.

Bilamana import jadi  dilakukan maka ironi terbesar dari rezim yang gandrung dengan istilah revolusi mental. Apalagi ini jelang tahun politik dikait-kaitkan dengan kebutuhan logistik yang besar dengan cara mudah, tidak kotak-katik APBN tapi memburu rente lebih aman, termasuk impor beras.

Hal ini menandakan ada kegagalan Menko Perekonomian Darmin Nasution dalam menstimulasi ekonomi termasuk pangan. Termasuk Bulog yang kinerjanya tidak jelas. Padahal kita sebentar lagi panen raya.

Berikut Catatan

Harga bawang merah di petani Rp 4000 perkg dan harga di konsumen Rp 28000 perkg, naik 500 persen.

Harga telur dan daging ayam naik, sementara produk si Indonesia berlebih dan bahkan ekspor telur dan ayam.

Harga minyak goreng kadang naik, padahal Indonesia produsen dan eksportir terbesar sawit produksi 32 juta ton CPO setara 27 juta ton minyak goreng, kebutuhan dalam negeri hanya 4 juta ton. 

Dulu impor jagung 3,5 juta ton pertahun setara Rp 12 triliun.  Pada 2017 impor jagung nol

Serapan beras Bulog 2017 hanya 2,16 juta ton terburuk dalam sejarah Bulog. Diperburuk lagi kasus oplos beras di Sumatera Selatan, Jakarta. Kalimantan Selatan, Jawa Tengah. Juga kasus gula impor.  Saat ini dalam proses hukum.

Beras surplus buktinya selesai makan 261 juta jiwa dan cuci piring pada akhir 2017, awal 2018 masih ada stock beras di petani, penggilingan, di pasar, di konsumen, horeka dan di Bulog

Dengan uraian di atas, terbukti ada anomali harga dan distorsi pasar.

Pupus sudah swasembada beras dari th 2016-2017...Jebol impor beras jelang tahun politik.

Bilamana Presiden Jokowi dan wapres Jusuf Kalla tidak menganulir impor beras yang sudah diumumkan Mendag Enggartiasto maka dapat disimpulkan memang ini kemauan dari rezim revolusi mental yang mentaaaal.

 

 

(***)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

free web stats