Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 16 Januari 2018 09:09 WIB

TAJUK: Bamsoet, DPR Bersih, Kuat dan Berwibawa

BAMBANG Soesatyo (Bamsoet) telah resmi menjadi Ketua DPR RI menggantikan Setya Novanto yang telah mengundurkan diri karena kasus hukumnya di KPK. 

Berbagai pertanyaan disampaikan sejumlah kalangan, bisakah Bamsoet membuat DPR kuat, berwibawa, dan mampu memenuhi keinginan rakyat di saat citra lembaga perwakilan itu tengah terpuruk? Di saat sejumlah wakil rakyat, termasuk Ketua DPR sebelumnya tersangkut korupsi? Dan kinerja yang dinilai buruk?

Seperti disampaikan Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi), masalah kepemimpinan DPR tahun 2017 menjadi yang terburuk dalam sejarah.  Pimpinan DPR tahun ini dinilai tidak bekerja secara profesional sehingga kerap menimbulkan polemik di masyarakat. Hal itu disebabkan oleh beragam masalah, mulai dari pimpinan DPR, pelanggaran etik, hingga kehadiran dalam sidang.

Pertanyaan-pertanyaan dan buruknya kinerja DPR tersebut tentu menjadi tantangan berat bagi politisi Partai Golkar tersebut. Namun demikian, terpilihnya Bamsoet sebagai Ketua DPR diyakini akan meningkatkan kinerja DPR.

Sejumlah wakil rakyat berharap Bamsoet diharapkan bisa memperbaiki tata kelola legislasi di DPR, yaitu bagaimana menyelesaikan seluruh Rancangan Undang-Undang (RUU) yang belum selesai di Badan Legislasi (Baleg) maupun komisi dan Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Tata kelola penyelesaian RUU itu harus segera diikuti sesuai peraturan yang berlaku yaitu UU nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3).

Kita akui kinerja legislasi memang menjadi sorotan masyarakat sehingga diharapkan dengan perbaikan tata kelola tersebut, ada perubahan signifikan yang bisa dirasakan masyarakat.

Tentu saja Bamsoet harus bekerja keras dan memastikan fungsi pengawasan DPR terhadap kinerja eksekutif berjalan baik, yaitu melaksanakan amanah UU. Juga memastikan agar para wakil rakyat mampu menyerap aspirasi rakyat dengan baik.

Rakyat berharap parlemen kita memiliki wibawa dan kuat. Dengan demikian bisa memenuhi keinginan rakyat dan harus bisa mengawasi semua kebijakan maupun program yang dikeluarkan eksekutif selaras dengan keinginan rakyat.

Terpilihnya Bamsoet menjadi Ketua DPR RI dinilai tepat. Selain berpengalaman dan sudah senior di dunia politik, juga dinilai sejumlah kalangan merupakan sosok yang dekat dengan Presiden Jokowi. Kedekatannya dengan Jokowi akan mempermudah komunikasi antara parlemen dengan eksekutif. Terutama dalam menyelesaikan pembuatan Undang-undang di DPR.

Meski demikian, kritik terhadap Bamsoet disampaikan Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Faris, penunjukan Bamsoet sebagai Ketua DPR tidak tepat, karena masih menjadi anggota Panitia Khusus (Pansus) Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Donal menambahkan, membangun DPR yang bersih membutuhkan aksi nyata.

Menjabat Ketua DPR bukan pekerjaan mudah. Bamsoet memiliki pekerjaan berat untuk membangun kembali citra DPR yang memburuk di mata rakyat karena kasus korupsi, meningkatkan fungsi pengawasan dan kinerja legislasi. Juga meningkatkan disiplin wakil rakyat serta peduli terhadap rakyat yang diwakilinya.

Jika semua tugas tersebut bisa dilakukan kita meyakini DPR akan menjelma menjadi lembaga legislatif terhormat. Namun, tugas ini harus dilakukan Bamsoet bersama-sama dengan seluruh anggota DPR.

Bamsoet harus selamatkan DPR dari oknum-oknum wakil rakyat ‘nakal’ dan bermasalah. Rakyat tidak menginginkan kinerja kelembagaan dan pengawasan DPR terus memburuk.

Sekali lagi rakyat menginginkan wakil-wakilnya di DPR bisa bekerja secara profesional, tidak suka bolos, menjalankan fungsi pengawasan dengan optimal, dan selalu peduli dengan rakyat yang diwakilinya. 

 

(***)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

free web stats