Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 13 Februari 2018 10:17 WIB

Di Balik Anugrah Menteri Terbaik untuk Sri Mulyani

Gelar prestesius yang di berikan kepada SMI (Sri Mulyani Indrawati Menteri Keuangan) sontak menjadi viraal. Semua media mainstream beri porsi dengan titel menteri terbaik di dunia.

Ada rasa miris berselamut kecemasan. Ada agenda apa sehingga titel ini di berikan kepada SMI. Bukan rasa bangga yang muncul, hal ini korelatif dengan sikond ekonomi tanah air yang jeblok.

Belum lama pada  31 Januari lalu, Jokowi sendiri sudah warning dengan nyatakan ekspor ambruk dan jauh tertinggal dibanding negara serumpun Asean.

BPS pun sudah melansir pertumbuhan ekonomi Cuma di angka 5,04 % jauh ketimbang negara tetangga Fhilipina, Vietnam yang konsisten di atas 7 %. Belum cukup lagi kita digelontorkan impor yang deras mulai beras, daging, garam dan lain lain.

Bahkan standing hutang kita yang jumbo sudah diangka Rp400- an triliun. Ada yang bilang 3 tahun ini hutang sama dengan 32 tahun orba.

Saya mencoba menemukan rasionalitas penghargaan terhadap SMI.Tetap tidak ketemu.

Hanya dugaaan bahwa SMI diploting ikutin sukses Boediono 2009.
Ada trak SMI di promote jadi pendamping Jokowi dalam kontestasi Pilpres 2019.

Namun situasi dan kondisi beda jauh. Pada 2009 SBY perform PD juara Pileg dan ellectnya fix 60 %. Jokowi tidak miliki parpol dalam arti sesungguhnya (sampai detik ini PDIP blum declare).

Ellect Jokowipun konstan dibawah 40 % versi semua lembaga survei.
Artinya Jokowi butuh sosok pendongkrak.

Sentimen keamanan yang buruk dan ekonomi yang ambruk serta Islam phobia yang melekat di mata publik menjadikan sosok SMI sulit jadi dongkrak.

Padahal JKW tergantung siapa cawapresnya. Saya curiga SMI ini jadi kartu mati buat Jokowi.

Belum lagi sosok SMI yang terlibat banyak skandal utamanya Century yang membuatnya harus di evakuasi ke WB.

Jika sudah begini kita teringat Bung Karno pernah berucap; Jangan pilih pemimpin yang di puja-puji bangsa asing, karena itu tipu daya semata.

Oleh: Andrianto S.ip, Penulis adalah Aktivis Pergerakan

 

(***)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

free web stats