Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 13 Maret 2018 11:01 WIB

TAJUK: Biaya Haji 2018 Naik, Pelayanan Masih Buruk?

AKHIRNYA, biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2018 naik Rp345.290 dibanding tahun 2017 sebesa Rp34.890.312. Keputusan kenaikan ini ditetapkan oleh Panitia Kerja Komisi VIII DPR RI dan Panja BPIH Kementerian Agama di gedung parlemen, Jakarta, Senin (12/3/2018).

Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher, mengatakan kenaikan itu dipicu oleh sejumlah sebab seperti adanya kenaikan pajak pertambahan nilai pemerintah Arab Saudi sebesar lima persen. Kemudian, terdapat kenaikan pajak pemerintah daerah baladiyah sebesar lima persen.

Faktor lainnya adalah terdapat kenaikan harga bahan bakar minyak di Arab Saudi yang mencapai 180 persen. Avtur atau BBM pesawat juga mengalami kenaikan termasuk fluktuasi nilai rupiah terhadap dolar AS dan Riyal Saudi.

Kenaikan ini dinilai sejumlah kalangan seharusnya tidak perlu dilakukan. Pasalnya menurut Dewan Pakar Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat, Anton Tabah Digdoyo, saat ini ONH Indonesia termahal di dunia dan akhirat. Oleh karena itu jika mau lebih murah bisa pindah atau berangkat lewat Singapura, Malaysia, Brunai atau Thailand, namun  aturan melarangnya. Harusnya ONH tiap tahun harus turun bukan malah naik.

Untuk mencegah kenaikan biaya haji sejumlah pihak mengusulkan menggunakan tabungan haji yang sudah mencapai Rp 100 triliun. Penggunaan dana ini tidak menjadi masalah karena uang umat Islam. Jadi, diusulkan agar tabungan haji digunakan untuk mencegah kenaikan biaya haji, bahkan biaya haji bisa diturunkan.

Sementara itu Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, sejumlah hal sedang diperjuangkan Kementerian Agama RI dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan Haji 2018. Mulai dari katering jemaah, fasilitas di Mina, sampai sistem sewa hotel di Madina dan juga penambahan petugas haji. Juga mengupayakan agar proses imigrasi terhadap jemaah seperti sidik jari, foto diri, scan paspor, dan yang lain, bisa dilakukan di Tanah Air.

Kementerian Agama juga sedang berusaha memperbaiki sistem sewa hotel di Madinah. Perbaikan sistem sewa ini dilakukan agar ada kepastian setiap jemaah tinggal di hotel-hotel di dalam wilayah Markaziyah yang berjarak tidak lebih dari 700 meter dari Masjid Nabawi.

Kenaikan ongkos haji harus diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan yang diterima jamaah haji. Jika kenaikan tetap dilakukan pada saat ini sementara banyak yang mengeluhkan tentang kualitas pelayanan haji yang masih buruk atau belum memuaskan jamaah haji maka kenaikan ongkos haji tersebut akan mendapatkan resistensi penolakan dari calon jamaah haji dan komponen masyakarat lainnya. Jamaah menolak karena kualitas pelayanan belum memuaskan dan masih banyak kekurangan disana-sini.

Penyelenggara haji juga harus meningkatkan pelayanan luar negeri, misalnya akomodasi hotel dan transportasi. Sejumlah hal yang perlu diperhatikan, di antaranya adalah peningkatan keamanan terutama di Muzdalifah untuk wukuf dan Mina untuk mabid.

Selain itu, di manasik haji perlu ada pengenalan medan agar ke depannya tidak ada lagi jamaah haji yang hilang karena nyasar. Kekacauan dalam hal visa saat pengelompokan jemaah hendaknya tak terulang lagi. Yang jelas seluruh persiapan pemberangkatan jemaah harus lebih baik dari yang sekarang. Persiapannya harus dilipat-gandakan.

Kita berharap, untuk mengurangi daftar tunggu, Kementerian Agama dinilai harus membuat pembatasan terhadap orang-orang yang sudah berhaji.

Tentu perlu dibuat kebijakan bahwa orang naik haji seumur hidup harus satu kali. Dan untuk itu database-nya harus bagus, sehingga bisa diketahui seseorang itu sudah pernah naik haji atau belum.

Tambahan kuota akan sia-sia jika tidak dibarengi dengan fungsi pengawasan dan pembenahan administrasi di Kementerian Agama. Peningkatan fungsi pengawasan untuk mencegah perginya jemaah  haji ilegal, dengan memalsukan paspor negara lain. Praktik ini berlangsung selama beberapa tahun. Publik menginginkan pelaksanaan ibadah haji berjalan aman, tertib dengan pelayanan terbaik.

Kenaikan biaya haji itu tidak perlu dilakukan apabila pelayanan yang diberikan tidak membaik.

 

 

(***)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

free web stats