Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 14 Maret 2018 07:23 WIB

TAJUK: Transportasi Massal Modern dan Manusiawi

MASYARAKAT Jakarta membutuhkan transporasi massal yang  modern, nyaman dan han harga terjangkau. Juga angkutan massal yang bisa memanusiakan manusia.

Kini, untuk memenuhi transportasi massal yang layak, nyaman dan mengurangi kemacetan,  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mempercepat proses pembangunan infrastruktur sejumlah transportasi massal di ibu kota.

Pembangunan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi ketertinggalan infrastruktur transportasi massal di Kota Jakarta, sehingga, pembangunan sejumlah transportasi massal dilakukan secara bersamaan. Diantaranya Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT), kemudian ada juga flyover dan underpass.

Sementara proses pembangunan infrastruktur dua transportasi massal berbasis rel, yaitu MRT dan LRT ditargetkan sudah selesai pada 2018. Hal itu sebagaimana tertulis dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi yang diteken Presiden Jokowi pada 2 September 2015.

Moda transportasi yang menelan anggaran hingga Rp23 triliun tersebut akan mengintegrasikan enam lintas pelayanan. Keenamnya adalah Lintas Pelayanan Cawang-Cibubur, Lintas Pelayanan Cawang-Kuningan-Dukuh Atas, Lintas Pelayanan Cawang-Bekasi Timur, Lintas Pelayanan Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, Lintas Pelayanan Cibubur-Bogor, dan Lintas Pelayanan Palmerah-Bogor.

Untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di Ibu Kota, pemerintah tengah menggalakkan pembangunan fasilitas transportasi massal yang dipadukan dengan kawasan hunian. Konsep yang dikenal dengan istilah transit oriented development (TOD) ini kelak diharapkan mampu mengurangi kemacetan lalu lintas di ibu kota dan meningkatkan produktivitas warganya. 

Sigit Irfansyah, Direktur Perencanaan dan Pengembangan, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Kementerian Perhubungan  dalam sebuah diskusi transportasi massal mengatakan, pihaknya mendorong beberapa kawasan untuk segera melakukan penanganan terkait permasalahan lalu lintas dan kebutuhan serta fasilitas pendukung transportasi publik. 

Di Jabodetabek telah dilakukan beberapa upaya uang mendorong percepatan pelayanan angkutan umum melalui Jabodetabek Airport Connection (JAC) dan Jakarta Railway Center (JRC), serta penanganan stasiun kereta dengan konsep integrasi. Ketika memilih sebuah hunian, alternatif jalur commuter line, Mass Rapid Transit (MRT), Light Rapid Transit (LRT) dan Bus Rapid Transit (BRT) harus menjadi perhatian.

Transportasi massal di Jakarta harus manusiawi. Bus harus dapat dinaiki oleh penyandang cacad. Bus harus dilengkapi sarana untuk menaikkan dan menurunkan penumpang dengan menggunakan kursi roda, sehingga bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik dan harus menggunakan kursi roda.

Untuk membuat angkutan umum yang layak dan manusiwai, tentu Pemprov DKI harus ditetapkan Standar Pelayanan Minimum. Kita meyakini, jika sudah nyaman, aman, dan ada kepastian waktu, pengguna mobil pribadi pun akan pindah ke angkutan umum. 

Pemprov DKI juga perlu membangun transportasi umum yang terintegrasi dengan baik.  Harus diingat, layanan angkutan umum yang selamat, aman, nyaman, dan terjangkau juga merupakan simbol peradaban suatu kota. Kota-kota terbaik di dunia selalu ditandai dengan layanan angkutan umum yang bagus dan manusiawi.

 

 

(***)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

free web stats