Di Publish Pada Tanggal : Senin, 09 April 2018 05:55 WIB

Hukum Jangan Dikalahkan Politik!

Jakarta, HanTer - Praktisi Hukum Muara Karta mengatakan, penghormatan terhadap hukum merupakan hal yang mutlak dilakukan oleh seluruh komponen bangsa. Karena negara kita merupakan negara hukum. Artinya, hukum menjadi panglima dalam menangani kasus hukum, termasuk kasus korupsi yang melibatkan calon kepala daerah yang akan bertarung dalam Pilkada Serentak 2018.
 
"Sehingga semuanya sama dan harus tunduk pada hukum. Karena jika hukum sudah tidak diindahkan dan tidak dipatuhi, negara akan menjadi kacau dan anarki. Hukum juga jangan dikalahkan politik," kata Karta melalui pesan elektroniknya, Senin (9/4/2018).
 
Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) ini juga mengaku tidak sependapat dengan pernyataan Menko Polhukam Wiranto yang meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menunda penetapan tersangka atau proses hukum atas calon kepala daerah yang terlibat kasus penggarongan duit negara. 
 
"Hukum harus jadi panglima di negeri ini. KPK jangan menunda proses hukum terhadap siapapun yang terlibat korupsi, termasuk calon kepala daerah," tegas Ketua Umum Perhimpunan Putra Putri Angkatan Udara Republik Indonesia  (PPP AURI) ini. 
 
Karta menilai ada keanehan apabila pejabat negara dan penyelenggara Pemilu justru meminta KPK melakukan penundaan terhadap calon kepala daerah yang terlibat korupsi.  
 
"Semestinya pejabat negara dan penyelenggara Pemilu mendukung upaya Presiden Jokowi yang sedang gencar-gencarnya melakukan pemberantasan korupsi. Bukan malah menunda-nunda proses hukum pelaku korupsi," ujar Karta. 
 
Karta juga tak bisa membayangkan apabila ada calon kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi, sudah berstatus tahanan, tetap dibiarkan berkampanye, meski lewat media sosial atau media elektronik.  
 
"Kalau proses hukum terhadap calon kepala daerah dilakukan dengan benar, justru rakyat yang terselamatakan, karena terhindar dari calon pemimpin yang korupsi," pungkas Karta.
 

(***)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

free web stats