Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 11 April 2018 10:56 WIB

TAJUK: Bersama Nyatakan Perang Terhadap Miras Jahanam

JUMLAH korban jiwa akibat minuman keras oplosan di sejumlah daerah di Jawa Barat dan di Jakarta, dari catatan Mabes Polri, hingga saat ini sebanyak 82 orang tewas.

Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, dari jumlah tersebut, di Jabar yakni di Kabupaten Bandung dan Sukabumi tercatat 51 orang meninggal dunia.Masih ada 82 orang lainnya yang dirawat. Sementara di Jakarta ada 31 orang tewas.

Seluruh korban sempat menjalani perawatan intensif, namun karena racun yang ditimbulkan dari minuman keras oplosan tersebut sudah menjalar ke seluruh tubuh, sehingga akhirnya kroban tidak bisa diselamatkan.

Kasus miras oplosan hingga menyebabkan kematian bukan hal baru. Kejadian ini sudah banyak terjadi di beberapa wilayah, tak hanya di Jabodetabek dan Jabar. Namun hingga saat ini masalah ini tak juga terselesaikan oleh aparat penegak hukum, meski sudah sering melakukan razia miras oplosan.

Tak hanya mematikan, peredaran miras oplosan juga sering menjadi pemicu konflik di beberapa daerah. Seringkali di saat mereka mabuk karena terpengaruh alkohol, penenggak miras oplosan melakukan aksi kejahatan, tawuran dan kejahatan lainnya.

Kita prihatin dan miris dengan besarnya korban tewas dalam peristiwa ini. Miras sudah menjadi ‘mesin pembunuh’. Hal ini juga membuktikan bahwa bahaya miras sudah pada level yang mengkhawatirkan sehingga sangat dibutuhkan payung hukum untuk melakukan penindakan terhadap oknum-oknum yang terlihat di dalamnya.

Tak hanya itu, saatnya pula seluruh komponen bangsa menggelorakan dan menyatakan ‘perang’ terhadap miras oplosan. Seluruh daerah harus zero miras.  Miras jahanam ini mesti kita perangi bersama. Harus menjadi perhatian kita bersama, bukan hanya oleh Polri dan TNI saja.

Regulasi mengenai larangan peredaran miras memang sudah ada di beberapa daerah, tapi, faktanya masih banyak miras beredar di masyarakat. Dan sebagiannya lagi merupakan jenis oplosan yang tidak jelas kandungan kimianya.

Untuk memerangi miras oplosan tentu pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa bantuan dan peran aktif dari masyarakat.  Kita meyakini apabila masyarakatnya ikut berperan aktif, peredaran miras oplosan maupun penyalahgunaan narkoba dan obat obatan terlarang lainnnya bisa dicegah.

Jatuhnya korban akibat miras oplosan itu harus menjadi peringatan kepada masyarakat bahwa mengonsumsi minuman beralkohol tidak boleh sembarangan. Kalau tidak jelas produsen dan kandungannya, sangat berbahaya bila dikonsumsi.

Tak hanya itu aparat kepolisian bersama BPOM dan ormas-ormas harus memburu pedagang miras oplosan, dan jika terbukti harus diberikan hukuman berat.

Kita berharap ke depan tidak ada kejadian seperti itu lagi. Kita mengajak semua pihak untuk peduli terhadap urusan seperti ini, kepada kepolisian dan pihak terkait mari kita petakan kecenderungan kejadian seperti ini terjadi.

Harapan kita semua lembaga terlibat, keluarga juga harus menjadi garda terdepan dalam menjaga, mendidik dan merawat anak-anaknya.

 

 

(***)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

free web stats