Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 13 September 2018 11:34 WIB

Ekonomi Rakyat Kecil Tak Boleh Direnggut Bangsa Asing

KEKUATAN dahsat pelaku ekonomi rakyat kecil Indonesia antara lain pedagang, petani, nelayan, buruh, home industry/pengrajin, TKI, ojek, sopir, becak, pemulung dan lainnya,  harus dilindungi dan mendapatkan pemberdayaan untuk dapat bertahan (survival) dan unggul menghadapi era perdagangan bebas dunia dan revolusi industri tahap ke-4. 
 
Hal tersebut adalah bagian dari implementasi amanah Pembukaan UUD 1945. Oleh karena itulah, ekonomi rakyat kecil Indonesia tidak boleh direnggut apalagi dijajah oleh kongsi multinasional kapitalis asing. Ekonomi rakyat kecil harus didampingi dari hulu hingga hilir.  
 
Untuk itu, gerakan ekonomi dari, oleh dan untuk rakyat dan bangsa  Indonesia, harus dibumikan diseluruh pelosok tanah air untuk melawan dan mengusir segala bentuk penjajahan ekonomi di republik ini. Semua pemangku di republik ini harus selalu ingat bahwa Indonesia ini milik kita, milik bangsa Indonesia bukan milik bangsa Asing.
 
(Pidato Ketua Umum DPP APKLI, dr Ali Mahsun seusai melantik dan mengukuhkan DPD APKLI Kab. Sumedang Jawa Barat dibawah Kepeimpinan Titus Diah di Alun Alun Cimalaka Sumedang Jabar Minggu 9/9/2018).
 
Waduk Jatigede
 
Kehadiran Waduk Jatigede Sumedang, Bandar Udara Kertajati Majalengka dan Jalan Tol tidak serta merta membuat kekuatan asing bisa seenaknya sendiri meluluhlantahkan ekonomi rakyat kecil. Apa pun resiko dan yang terjadi, APKLI bersama pelaku ekonomi rakyat kecil harus di garda depan untuk menegakkan kembali ekonomi rakyat dan rebut kembali kedaulatan ekonomi bangsa dari cengkraman asing.
 
Kita jangan pernah rela, kita jangan pernah ikhlas diinjak-injak gajah kongsi multinasional asing. Oleh karena itu, saya perintahkan Titus Diah selaku Ketua DPD APKLI Kab Sumedang Jawa Barat Pimpin Percepatan Perang Gerilya PKL dan Ekonomi Rakyat Kecil diwilayah Sumedang. Lindungi, dampingi dan lakukan pemberdayaan PKL dan ekonomi rakyat kecil dari hulu hingga hilir.
 
Kepada Pemkab Sumedang Jawa Barat untuk tidak pernah tergoda dan tertekan oleh gempuran mereka, jangan pernah gelar karpet merah bagi kongsimultinasional kapitalis asing. Jadikan Sumedang sebagai daerah unggulan wisata nasional, Punjernya Peradaban Kasundaan/Pajajaran, serta sebagai pusat kekuatan Segitiga Emas Perekonomian Jawa Barat, sebagai benteng utama kedaulatan ekonomi rakyat dan bangsa Indonesia demi merah putih dan nusantara Indonesia.
 
Oleh: dr Ali Mahsun, M.Biomed, Penulis adalah Ketua Umum DPP APKLI dan Presiden PKL Indonesia

(***)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

free web stats